Minggu, 30 Juni 2013

Pieces Dream of Love

Seanadainya aku bisa membaca tentang masa depan, Ingin sekali aku tahu siapa jodohku. Yaaah, gini nih efek habis baca komik Hai, Miiko! buku ke-25. Sumvaaah, gara-gara itu aku rasanya kepingin banget ketemu seorang berjubah dan menawarkan : "Kamu ingin melihat masa depanmu?". Eyaaaa~ dengan senang hati saya menerimanya dengan tangan terbuka. Meskipun cuma diberi kesempatan 1 jam setidaknya bisa lihat masa depan. Cuma pengen ngintip siapa jodohku :3. *lempar bata*

Entahlah, itu impian dari kecil bisa melihat masa depan. Dengan siapa aku menikah, siapakah pacar pertamaku, nanti ketika besar aku akan seperti apa dan menjadi dan seterusnya. Ketika teman terdekatku ku curhati tentang masalah ini, dia menjawab 'Jangan nanti bikin kamu menjadi pemalas.' ah? yayayaa masuk akal, tapi apa salahnya aku hanya ingin tahu siapa jodohku. Hanya itu saja. :D. Dari sebuah mimpi kuharapkan bisa melihat dengan siapa nantinya aku menikah. hehehehee :)

Terkadang aku selalu berandai-andai siapa nanti yang akan menjadi suamiku dan bagaiman kisah rumah tanggaku. Aku dengar bahwa berumah tangga tak semudah membalikkan telapak tangan, katanya susah. Tapi, pahalanyaaa banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak~. Aku berharap diumur 24 aku sudah menikah dan siap-siap menjadi calon Ibu. Amiin :). Siapa suaminya? Entahlah, yang terpenting cuma satu dia adalah orang yang siap lahir bathin menjadi seorang Ayah dan siap mendampingi dimanapun dan dalam keadaan apapun aku dan anakku. *eyaaa. Dalan bentuk apapun suamiku aku akan menerima, Yang terpenting dia mampu memenuhi kebutuhan rohani dan siap menjadi Imam hingga akhir waktu untukku dan anakku. :D

Boleh aku diskripsikan suamiku nanti? Suamiku adalah manusia paling tampan! Tampan agamanya, Tampan Hartanya, dan Tampan Hatinya.. tentu saja tampan wajahnya juga *peluk dinding*. Nanti Suamiku adalah manusia paling kaya! Kaya agamanya, kaya hartanya, kaya hatinya. hahahaaaa. dan nantinya suamiku adalah manusia sempurna yang khusus diciptakan oleh Allah untukku. *eyyaaa .
ketika aku bertemu dengannya nanti aku tidak menuntut kesempurnaan fisik, karena kesempurnaan fisik itu relatif tetapi aku menuntut kesempurnaan agamanya dan cintanya. hehheee. ini serius lo. Tampan itu relatif tetapi yang Alim itu jarang. Percuma rasanya guanteng tiada tara tapi kalo agama 0? apa yang akan dia penuhi untuk aku dan anakku? ke-ganteng-annya kah? Oh~ pliss ganteng  itu bisa hilang kapan saja dan tidak akan ditanya malaikat munkar nakir tentang ganteng. Lagi pula ganteng juga bukan menjadi persyaratan utama masauk surga,
Iyaatoo?

sekiaaan tentaang impian sayaaaa





Kamis, 06 Juni 2013

Ini Tentang Rinai Hujan

Rinai hujan selalu menjadi sebuah tema di banyak cerita cinta. Jatuhnya air menapakki bumi membuat semua terasa berebeda. Mneghilangkan semua rasa suntuk. Entah mengapa hujan menjadi banyak judul bagi sejuta orang yang sedang patah hati ataupun kasmaran. Sejuk dan indah pas untuk menangis. Menatap tajam rinai hujan, aku terlalu banyak kenangan patah hati. Berdiri ditengah lapangan dan merasakan indahnya hujan, aku tersenyum. Menangis dalam diam, kurasakan semua. Semua ke-patahhan hatiku hilang bersama sang hujan. Sejuk dan mempesona.

Namun, kemarin ketika aku berkiprah bersama temanku bermain tentang apa yan terjadi jika hujan atau tidak. Semua  berubah, maka ketika hujan itu hadir, ketika itu juga aku memastikan bahwa saat inilah aku jatuh cinta kepadanya. Ku teguhkan hatiku untuk mencintainya. Tersenyum renyah kepada sang mendung, aku tertawa bahagia. Aku meyakini sesuatu yang cukup besar, bahwa dia membalas perasaanku. Apakah ini salah? aku rasa tidak ada yang salah dalam hal berkhayal.

Semua yang khayal akan menjadi nyata, dan sebagai titik tempuh gambaran kehidupanmu dimasa yang akan datang. Ingat ini bukan tangisan tapi ini adalah sebuah tawa. Aku tidak meminta secercah harapan yang mubazir, namun aku mencapai harapan yang sudah ada jawabannya. Dalam rinai hujan kurasakan semuanya,  semua dan tak ada yang terlewatkan. Indah dan memesona. :)

Dalam rinai hujan pula, aku berikrar bahwa ia adalah orang yang aku pilih untuk kucintai. Aku tidak akan menunjukkan apa-apa kepadanya bahwa aku mencintainya. Namun, aku hanya menuntut dalam do'a. 

Sabtu, 01 Juni 2013

Secercah dan Segenggam Cerita

Dari kemaren loo, pengen banget nulis-nulis disini. Tapi, payah banget engga nulis-nulis. Mau bahas apa aku juga bingung. Jatuh cinta itu kayak apa sebenarnya aku juga bingung. Hatiku terlalu rumit untuk menerjemahkan setiap guratan cinta yang mulai terpahat lembut dihatiku. Aku ingin menangis, namun entah mengapa aku tetap tak bisa menangis.

kubiarkan hatiku jatuh cinta, entah dengan siapa dan kepada siapa. Entah, dia mempedulikan perasaanku atau tidak, aku sama sekali tak peduli. Itu semua membuatku terluka. Aku menjalani perasaan ini, ini semua adalah anugrah. Bukan sebuah celaan atau elaan. ini adalah anugrah.

aku tahu betapa beratnya menyukai seseorang yang tak pernah sekalipun menghiraukanku hidup, aku tak pernah peduli lagi. Berat memang dan itu sangat-sangat lumrah, Aku ingin menyimpan perasaan ini, namun sepertinya susah :)

Aku bahagia seperti ini.