Dengan ditemani lagu-lagu nasional, tanganku mulai menggratil seru. Apakah ini tandanya saya galau? Ah, tentu saja tidak :) Hati saya sedang tidak dalam carut marut kegalauan. Hati saya sedang hidup dalam jutaan bunga yang bermekaran. Maaf kata galau saya rehatkan sebentar, sejenak saja. Galau itu sangat menguras waktu, tenaga, jiwa serta raga saya beberapa hari ini. Hahahahaaaa.
Entah mengapa saya ingin merasakan ini semua mengalir dengan lembut, menanti semuanya dalam diam. Melihatnya begitu teguh dalam rinai hujan. Tersenyum dengan kuat ketika kutahu dia sudah memiliki sesuatu yang hangat dihatinya. Meskipun seperti itu, aku masih saja berharap dalam diam. Iya, aku berharap dalam do'aku kepada yang menciptakannya dengan penuh keindahan. Ku rapatkan hati dan ragaku kepada Allah Ta'ala, meskipun aku tak bisa menangis namun hati ini sudah berderai air mata yang begitu ringan menetes lembut. Pipiku basah? tantu saja tidak. Aku masih tersenyum Lebar.
Aku tidak menyesali ataupun harus patah hati lalu bunuh diri, itu seperti sebuah kebodohan. Aku masih memiliki orang-orang disekitarku yang menerima cintaku. Aku melembutkan setiap pandanganku, menghangatkan tanganku siap untuk membantu mereka yang membutuhka, menghapus setiap luka orang-orang yang bersedia menjadikanku sebagai tempat untuk mencurahkan segalanya. :) Aku dan kamu sama. Aku dan kamu berbeda, namun aku bisa memahami segalanya dengan sebuah kelembuttan.
Aku mencintainya, namun aku tak memaksakan takdirnya. Aku berdiri disini, memikirkanmu dan merelakanmu dalam perencanaan takdir Allah Ta'ala. Aku tidak mau memaksa, jika kamu bukan jodohku tak mengapa. Tak perlu sedih, semua ada yang mengatur. Semoga bidadarimu adalah seorang gadis yang cantik, anggun, baik, dan sangat-sangat mengerti kamu :). Aku mengerti seberapa besar takdirku kepadamu, dan aku tidak akan memaksanya :)
Aku berdo'a kepada Allah ta'alah yang terbaik untukmu. Terimakasih sudah menjadi inspirasi dan menjadi jutaan makna dalam hidupku. Aku mencintaimu semua berada dibawah garis takdir Allah Ta'ala. ketulusanku mencintaimu itu semua karena Allah Ta'ala. Dan Ia Allah tidak akan pernah membuatku kecewa. :)
Entah mengapa saya ingin merasakan ini semua mengalir dengan lembut, menanti semuanya dalam diam. Melihatnya begitu teguh dalam rinai hujan. Tersenyum dengan kuat ketika kutahu dia sudah memiliki sesuatu yang hangat dihatinya. Meskipun seperti itu, aku masih saja berharap dalam diam. Iya, aku berharap dalam do'aku kepada yang menciptakannya dengan penuh keindahan. Ku rapatkan hati dan ragaku kepada Allah Ta'ala, meskipun aku tak bisa menangis namun hati ini sudah berderai air mata yang begitu ringan menetes lembut. Pipiku basah? tantu saja tidak. Aku masih tersenyum Lebar.
Aku tidak menyesali ataupun harus patah hati lalu bunuh diri, itu seperti sebuah kebodohan. Aku masih memiliki orang-orang disekitarku yang menerima cintaku. Aku melembutkan setiap pandanganku, menghangatkan tanganku siap untuk membantu mereka yang membutuhka, menghapus setiap luka orang-orang yang bersedia menjadikanku sebagai tempat untuk mencurahkan segalanya. :) Aku dan kamu sama. Aku dan kamu berbeda, namun aku bisa memahami segalanya dengan sebuah kelembuttan.
Aku mencintainya, namun aku tak memaksakan takdirnya. Aku berdiri disini, memikirkanmu dan merelakanmu dalam perencanaan takdir Allah Ta'ala. Aku tidak mau memaksa, jika kamu bukan jodohku tak mengapa. Tak perlu sedih, semua ada yang mengatur. Semoga bidadarimu adalah seorang gadis yang cantik, anggun, baik, dan sangat-sangat mengerti kamu :). Aku mengerti seberapa besar takdirku kepadamu, dan aku tidak akan memaksanya :)
Aku berdo'a kepada Allah ta'alah yang terbaik untukmu. Terimakasih sudah menjadi inspirasi dan menjadi jutaan makna dalam hidupku. Aku mencintaimu semua berada dibawah garis takdir Allah Ta'ala. ketulusanku mencintaimu itu semua karena Allah Ta'ala. Dan Ia Allah tidak akan pernah membuatku kecewa. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar